Statistik Dedi Kusnandar: Penampilan, Gol, Assist, dan Rekam Jejak Bersama Persib

admin

Kabarpersib.com – Statistik Dedi Kusnandar kembali menjadi perhatian seiring keberadaannya dalam skuad Persib Bandung pada musim 2026/2027. Gelandang asal Sumedang kelahiran 23 Juli 1991 itu masih mengenakan nomor punggung 11 dan tercatat sebagai bagian dari skuad Persib untuk kompetisi musim ini. Hingga 18 September 2026, data kompetisi menunjukkan Dedi telah tampil dalam dua pertandingan Super League dengan torehan gol dan assist yang masih nol, sementara catatan pertandingan terbaru juga menunjukkan keterlibatannya dalam perjalanan Persib di kompetisi Asia.

Bagi Persib, Dedi bukan sekadar gelandang bertahan yang mengisi kedalaman skuad. Ia merupakan salah satu pemain yang memiliki hubungan panjang dengan klub, setelah memperkuat Persib dalam dua periode berbeda dan menjadi bagian dari perjalanan tim selama hampir satu dekade. Konsistensi, pengalaman, kemampuan bermain sebagai gelandang tengah maupun bertahan, serta pemahamannya terhadap kultur klub membuat perjalanan Dedi menarik untuk ditelusuri melalui angka-angka statistik.

Baca Juga: Mengenal Witan Sulaeman: Profil, Karier, dan Perjalanan di Dunia Sepak Bola

Statistik Dedi Kusnandar Terbaru Bersama Persib

Dalam catatan resmi ILeague untuk BRI Super League 2026/2027, Dedi Kusnandar tercatat sudah tampil dua kali untuk Persib dan belum mencetak gol. Dua pertandingan tersebut adalah saat Persib menghadapi PSM Makassar dan Persija Jakarta pada awal September 2026. Data ILeague juga mencatat kontribusi 23 umpan sukses dari 27 percobaan, satu tekel, dan lima intersepsi dalam dua penampilan tersebut.

Catatan tersebut memperlihatkan karakter permainan Dedi yang lebih banyak berada pada aspek penguasaan dan perebutan bola dibandingkan penyelesaian akhir. Sebagai gelandang bertahan, peran utamanya memang tidak selalu tercermin melalui jumlah gol atau assist, tetapi melalui distribusi bola, duel, intersepsi, serta kemampuan menjaga keseimbangan permainan ketika tim melakukan transisi.

Data dari penyedia statistik pertandingan juga menunjukkan bahwa Dedi tetap mendapat menit bermain pada awal musim 2026/2027. FotMob mencatat penampilannya melawan PSM Makassar, Persija Jakarta, serta FC Seoul dalam periode September, meski terdapat perbedaan penghitungan agregat antarsumber. Dalam laga Persib kontra FC Seoul pada 16 September 2026 di AFC Champions League Two, misalnya, Dedi tercatat masuk sebagai pemain pengganti dan mendapatkan 13 menit bermain menurut basis data FotMob.

Perbedaan angka antarsumber perlu diperhatikan ketika membaca statistik pemain. Database liga biasanya berfokus pada kompetisi tertentu, sedangkan platform seperti FotMob dan penyedia data lainnya dapat menggabungkan pertandingan dari berbagai ajang. Karena itu, angka penampilan harus selalu dibaca bersama nama kompetisi dan periode musim agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Jumlah Gol dan Assist Dedi Kusnandar

Jika melihat statistik Dedi Kusnandar dari sisi produktivitas, gol bukanlah indikator utama dalam perjalanan kariernya. Data ILeague mencatat Dedi belum mencetak gol untuk Persib dalam sejumlah musim terakhir, sementara FootyStats mencatat total lima assist Dedi di Liga 1 sepanjang karier berdasarkan basis data mereka.

Catatan tersebut sesuai dengan profil Dedi sebagai gelandang bertahan. Ia lebih sering menjalankan fungsi sebagai pemain yang membantu sirkulasi bola dari lini belakang menuju lini tengah, menutup ruang ketika lawan melakukan serangan balik, dan menjaga struktur permainan.

Dalam sepak bola modern, kontribusi gelandang bertahan tidak selalu dapat diukur hanya melalui statistik gol dan assist. Intersepsi, tekel, akurasi umpan, recoveries, serta kemampuan mempertahankan posisi juga menjadi bagian penting dari evaluasi performa seorang pemain tengah.

Statistik Dedi Kusnandar dari Musim ke Musim

Perjalanan Dedi bersama Persib berlangsung dalam dua periode. Ia pertama kali membela klub pada musim 2014/2015 sebelum meninggalkan Indonesia untuk bermain bersama Sabah di Malaysia pada 2016. Setelah itu, ia kembali ke Persib dan memperkuat klub secara reguler mulai 2017.

Pada periode keduanya di Persib, angka penampilan Dedi terus bertambah. Data yang dihimpun Soccerway dan Flashscore menunjukkan ia mencatat 24 penampilan pada Liga 1 2017, kemudian 23 penampilan pada 2018 dan 18 pertandingan pada 2019. Pada 2020, jumlah penampilannya turun menjadi tiga pertandingan, sebelum kembali mencatat 25 penampilan pada musim 2021/2022.

Musim 2022/2023 menjadi salah satu periode dengan jumlah penampilan tinggi. ILeague mencatat Dedi tampil 33 kali di Liga 1 pada musim tersebut dan mencatat lima kartu kuning tanpa kartu merah. Pada musim berikutnya, 2023/2024, ia kembali tampil 33 kali menurut data ILeague, dengan sembilan kartu kuning dan satu kartu merah.

Periode tersebut menunjukkan bahwa Dedi masih memiliki peran signifikan dalam rotasi Persib meskipun persaingan di lini tengah semakin ketat. Ia menjadi salah satu opsi yang dapat digunakan untuk memberikan keseimbangan ketika tim membutuhkan pemain dengan karakter bertahan lebih kuat.

Pada musim 2024/2025, statistik Dedi Kusnandar mencatat 14 penampilan di kompetisi liga. Selain kompetisi domestik, ia juga memiliki pengalaman tampil di kompetisi antarklub Asia bersama Persib. Transfermarkt mencatat enam penampilan Dedi di AFC Champions League Two pada musim tersebut.

Berikut gambaran penampilannya di Liga Indonesia berdasarkan data ILeague dan sejumlah penyedia statistik:

MusimKlubPenampilan LigaGol
2014/2015Persib Bandung160
2017Persib Bandung240
2018Persib Bandung230
2019Persib Bandung180
2020Persib Bandung30
2021/2022Persib Bandung250
2022/2023Persib Bandung330
2023/2024Persib Bandung330
2024/2025Persib Bandung140
2025/2026Persib Bandung300
2026/2027*Persib Bandung20

*Data 2026/2027 mengacu pada catatan ILeague yang tersedia per 18 September 2026.

Rekam Jejak Dedi Kusnandar di Persib

Rekam jejak Dedi Kusnandar di Persib tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjangnya sebagai pemain sepak bola profesional. Ia mengawali karier senior bersama Pelita Jaya sebelum memperkuat Arema, Persebaya, Persib, Sabah, lalu kembali ke Persib. Data profil pemain mencatat Dedi lahir di Sumedang pada 23 Juli 1991 dan berposisi sebagai gelandang, dengan posisi utama sebagai gelandang bertahan.

Persib menjadi klub yang memiliki porsi penting dalam perjalanan kariernya. Dedi pertama kali bergabung dengan Persib pada 2014 dan mencatat 16 penampilan liga pada periode tersebut. Setelah menjalani satu musim bersama klub, ia pindah ke Sabah di Malaysia pada 2016 sebelum kembali ke Bandung pada 2017.

Sejak kembali pada 2017, Dedi secara konsisten menggunakan nomor punggung 11. Transfermarkt mencatat nomor tersebut melekat pada Dedi selama periode panjangnya bersama Persib, termasuk musim 2017/2018 hingga musim 2026/2027.

Salah satu hal yang membuat perjalanan Dedi berbeda dari banyak pemain lain adalah lamanya ia bertahan di lingkungan klub. Pergantian pelatih, perubahan komposisi pemain, dan perubahan format kompetisi tidak menghapus keberadaannya dari skuad Persib dalam jangka panjang.

Baca Juga: Biodata dan Profil Stjepan Loncar beserta Rekam Jejak Kariernya

Dari Gelandang Muda hingga Pemain Senior

Ketika kembali ke Persib pada 2017, Dedi masih berada dalam fase karier yang berbeda dibandingkan sekarang. Ia kemudian berkembang menjadi pemain senior yang dapat memberikan pengalaman kepada rekan-rekan yang lebih muda.

Perannya juga tidak selalu sama dari satu musim ke musim lainnya. Ada periode ketika ia tampil lebih sering sebagai starter, tetapi ada pula musim ketika menit bermainnya berkurang karena persaingan dan kebutuhan taktik. Angka penampilan 33 kali pada 2022/2023 dan 2023/2024 memperlihatkan bahwa ia tetap mampu mendapatkan kepercayaan besar ketika kondisi skuad mendukung.

Periode 2025/2026 dan Kembali ke Persib

Musim 2025/2026 menjadi bagian yang cukup berbeda dalam rekam jejak Dedi. Database ILeague mencatat ia memiliki catatan 30 penampilan untuk Persib pada musim tersebut, sementara beberapa sumber lain memisahkan periode peminjamannya ke Bhayangkara dalam pencatatan kompetisi. ILeague sendiri menampilkan riwayat Persib dan Bhayangkara secara terpisah dalam musim yang sama.

Setelah itu, namanya kembali tercantum dalam skuad Persib untuk musim 2026/2027. ANTARA memasukkan Dedi sebagai salah satu dari 32 pemain yang disiapkan Persib pada musim baru, dengan nomor punggung 11 dan posisi gelandang.

Kembalinya Dedi ke dalam skuad menunjukkan bahwa pengalamannya masih menjadi bagian dari komposisi tim. Persib pada musim 2026/2027 memiliki agenda yang padat, termasuk kompetisi domestik dan pertandingan di level Asia, sehingga pengalaman pemain senior menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung kedalaman tim.

Statistik Dedi Kusnandar dan Perannya di Lini Tengah Persib

Membaca statistik Dedi Kusnandar secara utuh membutuhkan pemahaman terhadap posisi yang dimainkannya. Sebagai gelandang bertahan, Dedi tidak memiliki tuntutan statistik menyerupai penyerang atau gelandang serang yang ditargetkan mencetak gol secara rutin.

Dalam data ILeague pada musim 2026/2027, Dedi tercatat menghasilkan lima intersepsi dari dua pertandingan yang masuk dalam catatan kompetisi tersebut. Ia juga memiliki 23 umpan sukses dari 27 percobaan. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitasnya dalam fase bertahan dan distribusi bola ketika berada di lapangan.

Intersepsi menjadi salah satu aspek penting bagi pemain dengan karakter defensif. Kemampuan membaca arah serangan dan memotong jalur umpan lawan dapat membantu tim menghentikan serangan sebelum mencapai area berbahaya.

Dedi juga memiliki pengalaman bermain dalam berbagai konfigurasi lini tengah. Ia dapat ditempatkan sebagai gelandang bertahan maupun gelandang tengah, sehingga fleksibilitas posisi menjadi salah satu bagian dari profilnya.

Di sisi lain, usia juga menjadi faktor yang membuat pola penggunaan Dedi pada musim 2026/2027 menarik diperhatikan. Pada usia 35 tahun, menit bermainnya sejauh ini lebih terbatas dibandingkan beberapa musim ketika ia tampil puluhan kali sebagai pemain utama. Transfermarkt mencatat tanggal lahir Dedi pada 23 Juli 1991 dan posisi utamanya sebagai defensive midfielder.

Statistik Dedi Kusnandar di Musim 2026/2027

Memasuki musim 2026/2027, Dedi masih menjadi bagian dari lini tengah Persib bersama sejumlah pemain seperti Marc Klok, Thom Haye, Adam Alis, Beckham Putra, dan gelandang lainnya. Daftar skuad Persib yang dirilis ANTARA menempatkan Dedi sebagai salah satu pemain tengah bernomor punggung 11.

Pada awal September, Dedi tampil dalam kemenangan Persib 3-1 atas PSM Makassar. Ia kemudian mendapatkan menit bermain ketika Persib bertemu Persija Jakarta pada 12 September 2026. ILeague mencatat kedua laga tersebut sebagai penampilan liga Dedi pada musim berjalan.

Perjalanan Persib kemudian berlanjut ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada pertandingan pembuka Grup E AFC Champions League Two. Dalam susunan pemain yang dilaporkan ANTARA, Dedi masuk daftar pemain cadangan Persib. Pertandingan tersebut berakhir 0-1 untuk kemenangan Persib melalui gol Julio Cesar.

Basis data FotMob kemudian mencatat Dedi mendapatkan 13 menit dalam pertandingan melawan FC Seoul. Catatan itu menjadi bagian dari data pertandingan terbaru yang tersedia hingga 18 September 2026.

Dari sisi produktivitas, statistik Dedi Kusnandar pada awal musim masih menunjukkan angka nol untuk gol dan assist. Hal tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan mengingat posisinya lebih berorientasi pada permainan tengah dan pertahanan.

Yang lebih relevan untuk membaca kontribusinya adalah bagaimana ia digunakan oleh pelatih dalam situasi pertandingan. Dengan pengalaman panjang di Persib dan kompetisi Indonesia, Dedi dapat menjadi pilihan untuk menjaga struktur lini tengah, terutama ketika tim membutuhkan pemain dengan karakter defensif.

Perjalanan Karier Sebelum Menjadi Andalan Persib

Sebelum dikenal sebagai salah satu pemain senior Persib, Dedi menjalani perjalanan karier yang cukup panjang. Data karier mencatat ia memulai sepak bola profesional bersama Pelita Jaya pada 2008 dan kemudian bermain untuk Arema serta Persebaya sebelum bergabung dengan Persib.

Pada periode awal karier, Dedi tidak sepenuhnya dikenal sebagai gelandang yang minim gol. National Football Teams mencatat ia mencetak gol untuk Pelita Jaya dan Arema, sementara periode bersama Sabah juga menghasilkan tiga gol berdasarkan catatan kompetisi yang tersedia.

Namun setelah kembali ke Persib pada 2017, statistik golnya di liga memang tidak menunjukkan produktivitas tinggi. Fokus permainannya semakin identik dengan fungsi gelandang tengah atau gelandang bertahan yang membantu menjaga keseimbangan tim.

Dedi juga memiliki pengalaman membela tim nasional Indonesia. Data Transfermarkt mencatatnya sebagai mantan pemain internasional dengan lima caps dan nol gol, sedangkan sumber lain mencatat periode berbeda dalam riwayat tim nasionalnya. Perbedaan angka tersebut kembali menunjukkan pentingnya melihat definisi pertandingan internasional yang digunakan oleh masing-masing database.

Apa yang Menarik dari Statistik Dedi Kusnandar?

Angka-angka Dedi memperlihatkan sebuah profil yang berbeda dari pemain yang kontribusinya diukur berdasarkan gol dan assist. Dalam banyak musim bersama Persib, ia justru mendapatkan peran karena kemampuannya mengisi area tengah, membantu pertahanan, dan menjalankan instruksi taktik.

Statistik Dedi Kusnandar juga menunjukkan bagaimana seorang pemain bisa memiliki nilai penting bagi klub meskipun tidak memiliki jumlah gol tinggi. Dalam konteks gelandang bertahan, keberhasilan sebuah intersepsi atau umpan sederhana untuk keluar dari tekanan dapat menjadi bagian penting dari rangkaian permainan sebelum terciptanya peluang.

Pengalaman juga menjadi faktor yang tidak sepenuhnya tercermin dalam statistik konvensional. Dedi telah melewati beberapa generasi skuad Persib dan tetap tercantum dalam daftar pemain klub pada musim 2026/2027.

Karena itu, pembacaan statistik sebaiknya tidak berhenti pada kolom penampilan, gol, dan assist. Data menit bermain, umpan sukses, intersepsi, tekel, kartu, serta konteks pertandingan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kontribusi seorang gelandang.

Kesimpulan

Hingga 18 September 2026, statistik Dedi Kusnandar menunjukkan bahwa ia masih menjadi bagian dari skuad Persib Bandung pada musim 2026/2027. Data ILeague mencatat dua penampilan di Super League dengan nol gol, sementara data pertandingan lain mencatat keterlibatannya dalam laga terbaru Persib di kompetisi domestik dan Asia.

Rekam jejak Dedi bersama Persib sendiri jauh lebih panjang daripada angka musim berjalan. Ia pernah memperkuat Persib pada 2014/2015, kembali pada 2017, dan kemudian menjadi salah satu pemain yang bertahan melewati berbagai perubahan skuad hingga musim 2026/2027.

Dari sisi produktivitas, jumlah gol Dedi memang tidak menjadi bagian terbesar dari statistik kariernya bersama Persib. Sebaliknya, kontribusinya lebih banyak berada pada aspek permainan tengah, terutama distribusi bola dan pekerjaan defensif yang mendukung keseimbangan tim.

Dengan kompetisi 2026/2027 yang masih berjalan, statistik Dedi Kusnandar tentu masih dapat berubah. Menit bermain, jumlah penampilan, assist, kartu, dan indikator permainan lainnya akan menjadi data yang menarik untuk dipantau seiring perjalanan Persib di kompetisi domestik dan Asia.

Bagi pembaca yang mengikuti perjalanan Persib, perkembangan statistik Dedi pada setiap pertandingan dapat menjadi salah satu cara untuk melihat bagaimana peran pemain senior tersebut berubah dari waktu ke waktu. Pantau terus pembaruan penampilan, menit bermain, gol, assist, dan kontribusi Dedi bersama Persib sepanjang musim 2026/2027.

Leave a Comment