Siapa Pelatih Tersukses Persib Bandung? Ini Daftar Prestasinya

admin

Kabarpersib.com – Persib Bandung memiliki sejarah panjang dengan sejumlah pelatih yang mampu membawa klub meraih trofi bergengsi. Namun, jika ukurannya adalah gelar liga kasta tertinggi Indonesia, konsistensi, dan rekor terbaru hingga 27 Agustus 2026, pelatih tersukses Persib adalah Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu membawa Maung Bandung menjadi juara tiga musim berturut-turut pada 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.

Pencapaian tersebut membuat Hodak melewati catatan dua pelatih Persib sebelumnya yang juga punya tempat penting dalam sejarah klub, yakni Indra Thohir dan Djadjang Nurdjaman. Selain tiga gelar liga secara beruntun, Hodak juga tiga kali dinobatkan sebagai pelatih terbaik kompetisi dalam tiga musimnya bersama Persib.

Baca Juga: Persib Bandung Punya Berapa Trofi? Ini Daftar Lengkap Gelarnya

Siapa Pelatih Tersukses Persib?

Pertanyaan mengenai pelatih tersukses Persib kini memiliki jawaban yang relatif jelas jika indikator utamanya adalah prestasi di kompetisi kasta tertinggi. Bojan Hodak telah mempersembahkan tiga gelar liga berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan pelatih lain dalam sejarah Persib pada era Liga Indonesia.

Hodak mulai menangani Persib pada Juli 2023 setelah Luis Milla mengundurkan diri. Ia datang ketika Persib berada dalam situasi sulit pada awal musim 2023/2024, tetapi secara bertahap berhasil mengubah performa tim hingga akhirnya mengangkat trofi Liga 1.

Keberhasilan tersebut kemudian tidak berhenti pada satu musim. Hodak kembali membawa Persib menjadi juara pada musim 2024/2025 dan mencatat sejarah sebagai pelatih yang mampu mempertahankan gelar. Pada musim berikutnya, Persib kembali menjadi kampiun sehingga menciptakan hattrick gelar liga.

Bojan Hodak dan Tiga Gelar Liga Beruntun

Gelar pertama Hodak bersama Persib datang pada Liga 1 2023/2024. Persib memastikan trofi setelah mengalahkan Madura United dengan agregat 6-1 dalam dua pertandingan final Championship Series. Gelar tersebut menjadi trofi liga ketiga Persib sejak era Liga Indonesia dimulai pada 1994/1995.

Musim berikutnya menjadi ujian berbeda karena format kompetisi berubah. Championship Series dihapus dan juara ditentukan berdasarkan klasemen setelah 34 pertandingan. Persib tetap mampu finis di posisi pertama dan mempertahankan gelar, sekaligus menciptakan sejarah back-to-back.

Pada musim 2025/2026, dominasi itu berlanjut. Persib mengakhiri kompetisi sebagai juara dengan 79 poin dari 34 pertandingan. Jumlah poin tersebut sama dengan Borneo FC Samarinda, tetapi Persib unggul dalam catatan head-to-head sehingga berhak menempati posisi teratas.

Dengan tiga gelar liga berturut-turut, Hodak bukan hanya membawa Persib meraih trofi, tetapi juga membangun periode dominasi yang sangat sulit disamai. Catatan tersebut menjadi alasan utama mengapa namanya layak ditempatkan sebagai pelatih tersukses Persib Bandung hingga saat ini.

Prestasi Bojan Hodak Bersama Persib

Jika melihat perjalanan Hodak secara keseluruhan, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh jumlah trofi. Ia juga mampu mempertahankan konsistensi Persib di tengah perubahan format kompetisi, tekanan sebagai juara bertahan, serta persaingan yang semakin ketat.

Pada musim 2024/2025, misalnya, Persib sempat mencatat rentetan pertandingan tanpa kekalahan yang panjang. Operator kompetisi mencatat tim asuhan Hodak sempat tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan dan menjadi juara paruh musim sebelum akhirnya memastikan gelar secara matematis.

Hodak juga memperoleh pengakuan individual secara konsisten. Ia terpilih sebagai pelatih terbaik Liga 1 2023/2024, kemudian kembali mendapatkan penghargaan yang sama pada 2024/2025. Pada 2025/2026, penghargaan tersebut kembali jatuh kepadanya setelah Persib menutup musim sebagai juara.

Artinya, selama tiga musim menjadi pelatih Persib, Hodak tidak pernah melewati satu musim pun tanpa gelar liga maupun penghargaan sebagai pelatih terbaik kompetisi. Rekor tersebut memperkuat statusnya sebagai salah satu figur paling sukses dalam sejarah modern Maung Bandung.

Tiga Gelar Liga, Tiga Penghargaan Pelatih Terbaik

Konsistensi Hodak terlihat dari kombinasi prestasi tim dan penghargaan individu. Pada musim 2024/2025, Technical Study Group Liga 1 menempatkannya sebagai kandidat kuat pelatih terbaik setelah membawa Persib mempertahankan gelar.

Setelah musim berakhir, Hodak memang ditetapkan sebagai pelatih terbaik. Laporan akhir musim operator kompetisi menggambarkan performanya sebagai bagian penting dari keberhasilan Persib meraih gelar back-to-back.

Pada musim 2025/2026, penghargaan tersebut kembali menjadi miliknya. I.League mencatat Persib hanya mengalami tiga kekalahan dalam 34 pertandingan dan akhirnya menjadi juara dengan 79 poin.

Indra Thohir, Pelatih yang Mengukir Sejarah Pertama

Sebelum era dominasi Hodak, nama Indra Thohir menjadi bagian penting dari sejarah Persib. Ia merupakan pelatih yang membawa Persib menjadi juara Liga Indonesia edisi perdana pada musim 1994/1995.

Gelar tersebut memiliki nilai historis yang sangat besar karena kompetisi kasta tertinggi Indonesia baru memasuki era liga profesional pada periode tersebut. Persib menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra dengan skor 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan Sutiono Lamso mencetak gol penentu.

Skuad Persib ketika itu juga dikenal sangat kuat dengan pemain-pemain lokal. Karena itu, keberhasilan Indra Thohir tidak hanya menghasilkan trofi pertama Liga Indonesia bagi Persib, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi identitas klub pada era awal kompetisi nasional modern.

Dalam daftar pelatih juara Liga Indonesia, Indra Thohir tercatat sebagai pelatih pertama yang mempersembahkan gelar kasta tertinggi untuk Persib.

Djadjang Nurdjaman, Legenda yang Membawa Persib Juara 2014

Nama lain yang tidak bisa dilepaskan dari pembahasan pelatih tersukses Persib adalah Djadjang Nurdjaman atau Djanur. Ia membawa Persib menjuarai Indonesia Super League 2014 setelah mengalahkan Persipura Jayapura melalui drama adu penalti di final.

Keberhasilan Djanur memiliki keunikan tersendiri. Ia pernah menjadi bagian dari Persib saat klub meraih gelar sebagai pemain dan kemudian terlibat dalam struktur kepelatihan, sebelum akhirnya menjadi pelatih kepala yang mengantarkan klub kembali menjadi juara pada 2014.

Prestasinya tidak berhenti di gelar liga. Pada 2015, Djanur membawa Persib menjuarai Piala Presiden setelah menang 2-0 atas Sriwijaya FC di partai final. Ia juga tercatat pernah mempersembahkan Celebes Cup dan Piala Wali Kota Padang dalam periode kepelatihannya.

Karena itu, apabila ukuran kesuksesan diperluas menjadi jumlah trofi bersama klub, Djanur tetap memiliki argumen kuat. Namun, jika indikatornya adalah gelar liga kasta tertinggi dan dominasi berkelanjutan, rekor Hodak kini berada di atasnya.

Perbandingan Pelatih Juara Persib

Sejarah mencatat hanya beberapa pelatih yang mampu membawa Persib menjadi juara kompetisi liga sejak era Liga Indonesia dimulai. Indra Thohir mengantarkan klub meraih gelar pada 1994/1995, Djadjang Nurdjaman melakukannya pada 2014, sedangkan Bojan Hodak meraih gelar pada 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.

Jika dibandingkan berdasarkan gelar liga, Hodak unggul dengan tiga trofi. Djanur dan Indra Thohir masing-masing memiliki satu gelar liga sebagai pelatih kepala Persib.

PelatihGelar Liga bersama PersibPencapaian penting
Bojan Hodak3Juara 2023/2024, 2024/2025, 2025/2026; tiga kali Pelatih Terbaik
Djadjang Nurdjaman1Juara ISL 2014, Piala Presiden 2015 dan sejumlah turnamen lainnya
Indra Thohir1Juara Liga Indonesia 1994/1995

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai pelatih tersukses Persib sebenarnya bergantung pada parameter yang digunakan. Jika trofi liga menjadi ukuran utama, Hodak berada di posisi teratas. Jika seluruh turnamen, termasuk kompetisi non-liga, dihitung, Djanur juga memiliki rekam jejak yang sangat kuat.

Mengapa Bojan Hodak Bisa Menjadi Pelatih Tersukses Persib?

Salah satu faktor penting keberhasilan Hodak adalah kemampuannya mengubah Persib menjadi tim yang konsisten. Ketika pertama datang pada 2023, ia mengambil alih tim yang berada di posisi bawah klasemen setelah serangkaian hasil kurang memuaskan. Dalam waktu relatif singkat, performa Persib berubah dan tim kemudian bersaing di papan atas.

Keberhasilan mempertahankan gelar pada musim 2024/2025 bahkan menjadi ujian yang berbeda. Persib harus bermain dalam format kompetisi penuh selama 34 pertandingan dan tidak lagi memiliki keuntungan dari sistem Championship Series. Hodak berhasil menjawab tantangan tersebut dengan membawa Persib tetap finis sebagai juara.

Musim 2025/2026 kemudian menjadi bukti bahwa keberhasilan dua musim sebelumnya bukan sekadar kebetulan. Persib kembali menjadi juara, hanya menelan tiga kekalahan sepanjang kompetisi dan mengakhiri musim dengan 79 poin.

Selain aspek taktikal, keberhasilan tersebut juga menunjukkan kemampuan menjaga stabilitas ruang ganti dan membangun kontinuitas skuad. Bahkan ketika Hodak meninggalkan jabatan pelatih kepala pada akhir musim 2025/2026, klub memilih melanjutkan fondasi yang telah dibangunnya dengan menunjuk Igor Tolic sebagai penerus.

Baca Juga: Sejarah Persib vs Persebaya: Rivalitas, Rekor Pertemuan, dan Momen Bersejarah

Bojan Hodak Meninggalkan Warisan Besar di Persib

Pada Mei 2026, Persib melakukan pergantian pelatih setelah memastikan gelar Super League 2025/2026. Hodak meninggalkan posisi pelatih kepala dan kemudian mengambil peran sebagai Technical Advisor, sementara Igor Tolic ditunjuk sebagai pelatih kepala baru.

Keputusan tersebut menandai berakhirnya era Hodak sebagai pelatih utama Persib. Namun, warisan tiga gelar liga beruntun membuat masa kepemimpinannya menjadi salah satu periode paling sukses sepanjang sejarah klub.

Manajemen Persib bahkan secara terbuka menyebut Hodak sebagai pelatih tersukses dalam sejarah klub ketika menjelaskan proses pergantian tersebut. Penilaian itu didasarkan pada prestasi, mentalitas, serta standar tinggi yang dibangun Hodak selama tiga musim.

Penghargaan Pelatih Terbaik selama tiga musim beruntun semakin memperkuat catatan tersebut. Hodak sendiri menegaskan bahwa pencapaian itu bukan hasil kerja satu orang, melainkan kontribusi manajemen, pemain, staf, dan suporter.

Daftar Pelatih Persib yang Pernah Membawa Gelar Liga

Secara historis, terdapat tiga nama utama yang membawa Persib meraih gelar liga pada era kompetisi profesional Indonesia. Indra Thohir menjadi pelopor pada 1994/1995, Djadjang Nurdjaman mengakhiri penantian panjang dengan gelar 2014, dan Bojan Hodak menghadirkan era baru melalui tiga gelar beruntun mulai 2024.

Indra Thohir memiliki nilai historis karena menjadi pelatih Persib saat klub memenangkan edisi perdana Liga Indonesia. Djanur memiliki kedekatan emosional dengan klub karena pernah membawa Persib juara dalam berbagai kapasitas, termasuk sebagai pemain dan pelatih.

Sementara itu, Hodak memiliki keunggulan dari sisi jumlah gelar liga sebagai pelatih kepala. Tiga gelar dalam tiga musim membuatnya menjadi sosok yang paling dominan jika tolok ukurnya adalah prestasi kompetisi kasta tertinggi.

Kesimpulan

Jadi, siapa pelatih tersukses Persib Bandung? Berdasarkan catatan hingga 27 Agustus 2026, Bojan Hodak menjadi jawaban paling kuat. Ia membawa Persib meraih tiga gelar liga secara berturut-turut pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026, sekaligus meraih penghargaan Pelatih Terbaik dalam tiga musim tersebut.

Indra Thohir tetap memiliki tempat istimewa sebagai pelatih yang mempersembahkan gelar Liga Indonesia pertama untuk Persib. Djadjang Nurdjaman juga tidak kalah penting karena mengakhiri penantian gelar liga pada 2014 dan menambah koleksi trofi melalui Piala Presiden 2015 serta sejumlah turnamen lainnya.

Namun, dari sisi jumlah gelar liga dan konsistensi dalam tiga musim berturut-turut, Hodak kini berdiri sendiri di puncak. Menarik untuk melihat apakah Igor Tolic mampu melanjutkan standar tinggi yang ditinggalkan Hodak dan mempertahankan dominasi Persib pada musim-musim berikutnya.

Bagi Bobotoh dan pencinta sepak bola Indonesia, era tiga gelar beruntun ini layak dicatat sebagai salah satu babak paling penting dalam sejarah Maung Bandung. Bagaimana menurut Anda, apakah Bojan Hodak sudah layak disebut pelatih terbaik sepanjang sejarah Persib, atau Djanur masih memiliki alasan kuat untuk menempati posisi tersebut?

Leave a Comment