Siapa Pelatih Persib Bandung Saat Ini? Profil dan Rekam Jejaknya

admin

Kabarpersib.com – Per 27 Agustus 2026, pelatih Persib saat ini adalah Igor Tolic, juru taktik asal Kroasia yang dipercaya menggantikan Bojan Hodak untuk memimpin Maung Bandung pada musim 2026/27. Tolic naik jabatan setelah sebelumnya menjadi asisten Hodak sejak 2024, sementara Hodak beralih menjadi Technical Advisor setelah mengantarkan Persib meraih tiga gelar liga secara beruntun. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari strategi kesinambungan Persib, dan kini Tolic mulai memasuki fase penting untuk membuktikan kemampuannya sebagai pelatih kepala.

Pergantian di kursi kepelatihan terjadi hanya beberapa hari setelah Persib memastikan gelar Super League 2025/26. Keputusan tersebut membuat musim 2026/27 menjadi babak baru bagi klub, sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi Tolic karena ia harus meneruskan standar kompetitif yang dibangun selama era Hodak.

Baca Juga: Daftar Pemain Persib Bandung Terbaru Musim 2026/2027 dan Nomor Punggungnya

Pelatih Persib Saat Ini Adalah Igor Tolic

Jawaban atas pertanyaan siapa pelatih Persib saat ini adalah Igor Tolic. Persib secara resmi menunjuk pria kelahiran 25 September 1977 tersebut sebagai pelatih kepala mulai 26 Mei 2026, setelah sebelumnya hampir dua tahun berada dalam staf kepelatihan Maung Bandung.

Manajemen Persib tidak memilih Tolic secara tiba-tiba. Sejak bergabung pada Juli 2024, ia bekerja langsung bersama Bojan Hodak dalam pengembangan tim, metodologi latihan, persiapan pertandingan, serta pengelolaan dinamika ruang ganti. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan utama klub menilai Tolic sebagai figur yang paling memahami fondasi tim.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menyebut pemahaman Tolic terhadap karakter pemain, kultur klub, dan proses kerja yang sudah berjalan menjadi modal penting untuk menghadapi babak baru. Dengan kata lain, Persib memilih kesinambungan ketimbang melakukan perubahan total setelah era Hodak berakhir.

Keputusan itu juga mempunyai konteks yang kuat. Bojan Hodak meninggalkan jabatan pelatih setelah membawa Persib meraih tiga gelar liga secara beruntun pada musim 2023/24, 2024/25, dan 2025/26. Ia tetap berada di lingkungan klub sebagai Shareholders Group Technical Advisor sehingga transisi pengetahuan dari Hodak kepada Tolic tetap terjaga.

Profil Igor Tolic, Pelatih Persib Bandung 2026/27

Igor Tolic merupakan pelatih berkebangsaan Kroasia yang mempunyai pengalaman sebagai pemain dan pelatih. Sebelum memasuki dunia kepelatihan, ia berkarier sebagai pemain di sepak bola Kroasia dan mengakhiri karier profesionalnya bersama HASK Zagreb pada 2013.

Setelah gantung sepatu, Tolic mulai membangun karier dari sektor kepelatihan usia muda. Ia tercatat pernah menangani Hajduk Split U19 pada 2019, kemudian melanjutkan perjalanan bersama NK Osijek II pada periode 2019 hingga 2021. Setelah itu, ia sempat menjadi pelatih NK Kustosija sebelum mendapat kesempatan menangani Wadi Degla di Mesir.

Catatan karier tersebut menunjukkan bahwa Tolic bukan sosok yang baru mengenal ruang taktik ketika datang ke Indonesia. Ia telah melalui beberapa lingkungan sepak bola berbeda, mulai dari pembinaan pemain muda, kompetisi senior di Kroasia, hingga pengalaman di Mesir sebelum akhirnya bergabung dengan Persib.

Menurut data profil kepelatihan yang tersedia, Tolic juga memiliki lisensi UEFA Pro. Formasi yang tercatat sebagai preferensinya adalah 4-3-3, meski pilihan sistem pertandingan pada akhirnya dapat menyesuaikan karakter pemain dan kebutuhan lawan.

Rekam Jejak Igor Tolic Sebelum ke Persib

Perjalanan Tolic sebagai pelatih dimulai dari Hajduk Split U19. Setelah itu, ia mendapatkan kesempatan menangani NK Osijek II selama kurang lebih dua musim dan mencatat rata-rata 1,24 poin per pertandingan berdasarkan data Transfermarkt.

Pada 2021, Tolic dipercaya menjadi pelatih NK Kustosija. Namun, periode tersebut berlangsung relatif singkat karena ia hanya memimpin sembilan pertandingan sebelum kemudian meninggalkan klub. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses panjangnya sebelum mendapat kesempatan menangani Wadi Degla di Mesir.

Bersama Wadi Degla, Tolic bekerja dari 2022 sampai 2024. Setelah masa tersebut berakhir, ia menerima rekomendasi dari Bojan Hodak untuk bergabung dengan Persib sebagai bagian dari staf kepelatihan musim 2024/25.

Pilihan Hodak terhadap Tolic juga memiliki latar belakang personal. Keduanya pernah memiliki hubungan dalam dunia sepak bola sebelum kembali bekerja bersama di Persib, sehingga Tolic bukan sekadar staf baru yang harus beradaptasi dari nol dengan metode Hodak.

Peran Tolic dalam Kesuksesan Persib di Era Bojan Hodak

Salah satu alasan penting mengapa Tolic dipercaya sebagai pelatih Persib Bandung sekarang adalah keterlibatannya dalam perjalanan sukses klub selama dua musim terakhir era Hodak. Ia bergabung ketika Persib tengah membangun status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.

Tolic bukan sekadar nama di struktur staf. Selama menjadi asisten, ia terlibat dalam metodologi latihan dan proses pengembangan permainan. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung tentang kualitas pemain, kebutuhan tim, serta karakter sepak bola yang ingin dimainkan Persib.

Pada Februari 2025, Tolic bahkan pernah menjalankan tugas sebagai pelatih kepala sementara ketika Hodak harus absen karena skorsing. Dalam pertandingan melawan PSM Makassar, ia bertanggung jawab menyiapkan aspek menyerang, bertahan, hingga situasi bola mati. Ia juga menjelaskan bahwa perubahan formasi dapat digunakan untuk memaksimalkan kelebihan pemain sekaligus mengeksploitasi kelemahan lawan.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa Tolic sudah memperoleh kesempatan merasakan tanggung jawab sebagai pengambil keputusan utama sebelum resmi menjadi kepala pelatih. Bedanya, kini ia harus mengemban tanggung jawab tersebut sepanjang musim dan bukan hanya dalam satu pertandingan.

Mengapa Persib Memilih Igor Tolic?

Penunjukan Tolic tidak terlepas dari keinginan Persib mempertahankan kesinambungan. Setelah tiga musim berturut-turut menjadi juara, mengganti seluruh pendekatan teknis berisiko membuat klub kehilangan fondasi yang sudah terbentuk. Karena itu, manajemen memilih sosok yang sudah mengetahui sistem kerja dari dalam.

Tolic juga mengenal sebagian besar pemain yang membentuk kerangka juara Persib. Ketika pergantian pelatih diumumkan, Bojan Hodak menyebut mayoritas pemain diperkirakan bertahan untuk musim berikutnya. Kondisi tersebut membuat Tolic mempunyai keuntungan karena tidak perlu memulai pembangunan tim dari titik nol.

Keuntungan lain adalah pemahamannya terhadap kultur klub dan Bobotoh. Bagi Persib, aspek tersebut tidak kalah penting dari kemampuan membaca taktik karena tekanan terhadap pelatih Maung Bandung sangat besar. Tolic setidaknya sudah mengetahui atmosfer yang mengelilingi klub sebelum menerima jabatan sebagai pelatih kepala.

Manajemen juga menilai Tolic sebagai bagian dari proses kesinambungan yang sudah berlangsung. Ia sudah mengetahui cara kerja pemain, staf, dan lingkungan klub, sehingga adaptasi diharapkan berlangsung lebih cepat dibandingkan apabila Persib menunjuk pelatih dari luar.

Filosofi dan Gaya Melatih Igor Tolic

Gaya permainan Tolic mulai terlihat sejak masa pramusim 2026/27. Pada latihan perdana Persib, ia langsung memberikan penjelasan mengenai prinsip sepak bola yang akan diterapkan dalam pertandingan, sementara staf fisik menyiapkan program untuk meningkatkan kondisi pemain.

Dalam beberapa pertandingan pramusim di Bali, Tolic juga terlihat menekankan intensitas, transisi, dan kemampuan pemain menjalankan game plan. Ketika Persib menang 3-0 atas Sabah FC pada 15 Agustus, ia menilai pemain berhasil menjalankan rencana permainan meski masih terdapat persoalan kebugaran setelah menjalani latihan intensif.

Tolic memiliki preferensi formasi 4-3-3 berdasarkan profil kepelatihannya. Namun, rekam pernyataannya ketika masih menjadi asisten menunjukkan bahwa ia tidak terpaku pada satu bentuk permainan karena perubahan formasi dapat dilakukan sesuai kelebihan pemain dan karakter lawan.

Pendekatan tersebut menjadi menarik untuk diamati karena Persib memasuki musim baru dengan komposisi pemain yang mengalami perubahan. Kehadiran sejumlah pemain baru membuat Tolic harus membangun pemahaman antarpemain tanpa menghilangkan identitas juara yang telah melekat dalam dua hingga tiga musim terakhir.

Persiapan Persib di Bawah Tolic Menuju Musim 2026/27

Era Tolic secara praktis mulai terlihat ketika Persib menjalani latihan pramusim pada Juli 2026. Pada sesi awal, Tolic memimpin langsung latihan dan mulai mengenalkan prinsip permainan kepada para pemain yang tersedia. Saat itu, sejumlah pemain Persib masih menjalani agenda bersama Timnas Indonesia.

Persib kemudian menjalani rangkaian pertandingan pramusim, termasuk agenda Piala Presiden dan training camp di Bali. Pada Trofeo Dewata Challenge, Maung Bandung mengalahkan Sabah FC 3-0 sebelum menundukkan Bali United 3-2 lewat comeback pada laga berikutnya.

Hasil pramusim tersebut belum bisa dijadikan ukuran final keberhasilan Tolic. Namun, pertandingan-pertandingan itu memberikan gambaran awal mengenai bagaimana pelatih baru berusaha membangun kombinasi antara pemain lama dan rekrutan baru.

Kapten Persib Marc Klok menyebut tim asuhan Tolic telah memperlihatkan semangat juang yang sama seperti musim sebelumnya. Meski demikian, ia juga mengakui tim masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry karena sejumlah pemain baru bergabung setelah menjalani agenda bersama Timnas Indonesia.

Skuad Baru dan Tantangan Membangun Chemistry

Persib memperkenalkan 32 pemain untuk musim 2026/27 pada acara Pesta Biru di Bandung, 25 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut terdapat 12 pemain asing, termasuk enam rekrutan baru, serta 20 pemain Indonesia.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa Tolic memiliki materi yang cukup kompetitif. Sejumlah nama berpengalaman seperti Marc Klok, Thom Haye, Eliano Reijnders, Saddil Ramdani, Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, dan Sandy Walsh menjadi bagian dari skuad yang akan dibentuk di bawah kepemimpinannya.

Di sisi lain, banyaknya pemain baru juga menghadirkan pekerjaan rumah. Tolic harus memastikan para pemain memahami prinsip permainan, pola pressing, transisi bertahan-menyerang, serta pembagian peran tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk proses adaptasi.

Tantangan tersebut menjadi semakin penting karena Persib tidak hanya menghadapi kompetisi domestik. Pada musim 2026/27, Maung Bandung juga harus mempersiapkan diri untuk kompetisi Asia dan ASEAN sehingga rotasi pemain, kebugaran, serta kedalaman skuad akan menjadi faktor penting.

Tantangan Besar Pelatih Persib Saat Ini

Tugas terbesar pelatih Persib saat ini bukan sekadar mempertahankan posisi di papan atas. Tolic harus membuktikan bahwa Persib dapat tetap kompetitif setelah kehilangan figur yang membawa klub meraih tiga gelar liga berturut-turut.

Beban tersebut tidak ringan karena standar yang ditinggalkan Hodak sangat tinggi. Pada musim 2025/26, Persib menjadi juara Super League dengan pertahanan terbaik setelah hanya kebobolan 22 gol sepanjang kompetisi. Hodak menyebut konsistensi lini belakang sebagai salah satu kunci keberhasilan tim.

Tolic juga harus mengelola ekspektasi Bobotoh. Persib bukan hanya dituntut menang, tetapi juga harus mempertahankan mentalitas juara yang telah terbentuk. Setiap penurunan performa kemungkinan akan langsung dibandingkan dengan pencapaian tiga musim sebelumnya.

Di level Asia, tuntutannya bahkan lebih kompleks. Persib dijadwalkan menghadapi Manila Digger FC dalam playoff AFC Champions League Two 2026/27 pada 31 Agustus 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Artinya, Tolic akan segera menghadapi pertandingan kompetitif yang menjadi ujian penting sebelum musim domestik berjalan penuh.

Tolic sendiri menyadari adanya kekurangan yang perlu diperbaiki. Ia menyebut Persib mengetahui kekuatan yang dimiliki, tetapi juga harus meningkatkan sejumlah aspek agar mampu bersaing dengan tim-tim kuat di level regional.

Baca Juga: Sejarah Persib Bandung di Kompetisi Asia: Perjalanan dan Prestasinya

Apa yang Bisa Diharapkan dari Era Igor Tolic?

Jika melihat latar belakangnya, Tolic mempunyai modal untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dibangun Hodak. Ia mengenal tim dari dalam, mengetahui karakter pemain, memahami kultur Persib, serta sudah terlibat dalam proses latihan dan pertandingan selama dua musim.

Namun, menjadi asisten dan menjadi kepala pelatih merupakan dua tanggung jawab berbeda. Sebagai head coach, Tolic harus mengambil keputusan akhir mengenai strategi, susunan pemain, pergantian pemain, pengelolaan ruang ganti, hingga respons terhadap tekanan ketika hasil tidak sesuai harapan.

Karena itu, ukuran keberhasilan Tolic tidak semata-mata ditentukan oleh apakah ia mampu meniru gaya Hodak. Justru, tantangan sebenarnya adalah bagaimana ia mempertahankan standar tinggi Persib sembari membangun identitas kepelatihannya sendiri.

Persib juga telah membentuk struktur staf baru untuk mendukungnya. Tolic akan didampingi Zlatko Runje sebagai asisten dan Karlo Reinholz sebagai pelatih fisik, sementara Achmad Jufriyanto ditunjuk sebagai asisten pelatih lokal setelah mengakhiri kariernya sebagai pemain.

Struktur tersebut memperlihatkan bahwa Persib tidak hanya mengganti satu nama di kursi pelatih. Klub juga melakukan penyesuaian staf untuk mendukung fase baru dan memberikan kombinasi pengalaman internasional serta pemahaman lokal di sekitar Tolic.

Kesimpulan

Jadi, pelatih Persib saat ini adalah Igor Tolic, bukan lagi Bojan Hodak. Tolic resmi menjadi kepala pelatih pada Mei 2026 setelah sebelumnya menjadi asisten Hodak sejak 2024, sedangkan Hodak kini menjalankan peran sebagai Technical Advisor Persib.

Profil Tolic menunjukkan perjalanan kepelatihan yang cukup panjang sebelum tiba di Bandung, dengan pengalaman menangani tim usia muda, klub senior di Kroasia, dan Wadi Degla di Mesir. Pengalamannya sebagai asisten Hodak selama dua musim terakhir juga memberinya pemahaman mendalam mengenai karakter tim yang kini ia pimpin.

Musim 2026/27 menjadi kesempatan pertama bagi Tolic untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih utama dalam kompetisi penuh. Dengan skuad yang telah diperkenalkan dan sejumlah pertandingan pramusim yang sudah dijalani, fase berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi juru taktik Kroasia tersebut.

Pertandingan playoff ACL 2 melawan Manila Digger pada 31 Agustus akan menjadi salah satu ujian kompetitif awal. Dari sana, publik dapat mulai menilai apakah kesinambungan yang dirancang Persib mampu menghasilkan era baru yang sama suksesnya dengan periode Bojan Hodak.

Bagi Bobotoh dan pembaca sepak bola Indonesia, perjalanan Igor Tolic layak terus dipantau. Bagaimana menurut Anda, apakah Tolic mampu mempertahankan dominasi Persib sekaligus membangun identitas permainan baru? Sampaikan pendapat Anda dan ikuti perkembangan terbaru Maung Bandung sepanjang musim 2026/27.

Leave a Comment