Kabarpersib.com – Frenkie de Jong merupakan salah satu gelandang paling penting dalam generasi sepak bola Belanda modern. Lahir di Arkel, Belanda, pada 12 Mei 1997, De Jong membangun reputasinya melalui Willem II dan Ajax sebelum pindah ke Barcelona pada 2019. Hingga September 2026, ia telah menjadi bagian penting dari skuad Barcelona, memegang peran kepemimpinan di ruang ganti, mencatat rekor sebagai pemain Belanda dengan penampilan terbanyak untuk klub, serta mengoleksi sejumlah trofi domestik. Namun, perjalanan terbarunya kembali menghadapi tantangan setelah cedera lutut yang membuatnya absen pada awal musim 2026/27.
Baca Juga: Joan García: Profil, Karier, dan Kiprahnya sebagai Kiper Muda
Profil Frenkie de Jong dan Biodata Singkat
Dalam profil Frenkie de Jong, pemain bernomor punggung 21 tersebut dikenal sebagai gelandang yang memiliki kemampuan teknis, visi bermain, mobilitas, serta ketenangan ketika menguasai bola. Barcelona mencatat De Jong lahir pada 12 Mei 1997 dan memiliki posisi utama sebagai gelandang. Ia juga dikenal mampu bermain di beberapa posisi lini tengah sesuai kebutuhan taktik tim.
De Jong tumbuh dalam lingkungan sepak bola Belanda yang terkenal dengan filosofi penguasaan bola dan permainan posisi. Karakter tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangannya sebagai pemain profesional. Kemampuan membawa bola melewati tekanan lawan, mencari ruang di antara lini, dan mengalirkan bola dari area pertahanan menuju lini depan menjadi ciri yang melekat pada permainannya.
Saat ini, De Jong masih mengenakan nomor 21 Barcelona. Klub juga memasukkannya ke dalam skuad utama musim 2026/27, meskipun ia belum tersedia untuk pertandingan awal musim akibat cedera lutut yang dialaminya setelah Piala Dunia 2026.
Data diri Frenkie de Jong
Beberapa informasi utama dalam profil Frenkie de Jong adalah sebagai berikut:
- Nama: Frenkie de Jong
- Tanggal lahir: 12 Mei 1997
- Tempat lahir: Arkel, Belanda
- Posisi: Gelandang
- Nomor punggung Barcelona: 21
- Klub saat ini: FC Barcelona
- Debut Barcelona: 16 Agustus 2019
- Klub sebelumnya: Willem II dan Ajax
- Tim nasional: Belanda
Barcelona menyebut De Jong memiliki tinggi 181 sentimeter dan berat sekitar 74 kilogram dalam profil pemain musim 2026/27. Klub juga mencatat debutnya bersama Barcelona terjadi pada Agustus 2019 ketika menghadapi Athletic Club di San Mamés.
Perjalanan Karier Frenkie de Jong dari Willem II ke Ajax
Perjalanan karier Frenkie de Jong dimulai di Willem II. Ia mendapatkan kesempatan tampil di level senior ketika masih muda sebelum kemudian pindah ke Ajax pada 2016. Kepindahan tersebut menjadi titik penting karena Ajax menyediakan lingkungan yang sangat cocok dengan karakter teknis dan kecerdasan taktis De Jong.
Di Ajax, perkembangannya berlangsung cepat. Ia tidak hanya berfungsi sebagai gelandang yang bertugas mendistribusikan bola, tetapi juga menjadi pemain yang mampu membawa bola keluar dari tekanan. Kemampuan tersebut membuatnya semakin menonjol di kompetisi domestik maupun Eropa.
Musim 2018/19 menjadi periode penting dalam perjalanan karier Frenkie de Jong. Bersama Ajax, ia membantu klub meraih gelar Eredivisie dan KNVB Cup sekaligus membawa tim melaju hingga semifinal Liga Champions. Ajax pada musim tersebut tampil mengejutkan dengan menyingkirkan sejumlah tim besar sebelum akhirnya terhenti di semifinal.
Penampilan De Jong pada periode tersebut membuatnya menjadi salah satu gelandang muda paling diminati di Eropa. Barcelona kemudian bergerak untuk mengamankan jasanya dan menjadikannya bagian dari proyek regenerasi lini tengah klub.
Frenkie de Jong dan Kepindahannya ke Barcelona
Barcelona merekrut De Jong pada 2019 dan sang pemain kemudian memulai petualangan barunya di Spanyol. Debutnya bersama Blaugrana terjadi pada 16 Agustus 2019 melawan Athletic Club. Sejak saat itu, De Jong perlahan berkembang menjadi salah satu pemain utama di lini tengah Barcelona.
Pada awal kariernya di Camp Nou, De Jong harus beradaptasi dengan tuntutan sepak bola Spanyol sekaligus ekspektasi besar yang melekat pada pemain Barcelona. Tekanan tersebut tidak ringan karena ia datang sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan di Eropa.
Musim keduanya menjadi salah satu periode terbaiknya dari sisi kontribusi ofensif. Barcelona mencatat De Jong membukukan tujuh gol dan tujuh assist pada musim tersebut di bawah pelatih Ronald Koeman. Statistik itu memperlihatkan bahwa kontribusinya tidak hanya berkaitan dengan distribusi bola, tetapi juga kemampuan memasuki area berbahaya.
Dalam beberapa musim berikutnya, perannya terus berkembang. Ia pernah bermain lebih dalam sebagai pengatur tempo, tetapi juga dapat bergerak lebih tinggi ketika Barcelona membutuhkan tambahan pemain di lini tengah. Fleksibilitas tersebut menjadi alasan mengapa De Jong tetap dianggap penting meski Barcelona mengalami beberapa pergantian pelatih.
Profil Frenkie de Jong di Barcelona dan Peran di Lini Tengah
Jika melihat profil Frenkie de Jong Barcelona, salah satu aspek paling menarik adalah kemampuannya menghubungkan lini belakang dan lini tengah. Ia dapat menerima bola di area yang sempit, memutar badan untuk keluar dari tekanan, kemudian membawa bola ke area yang lebih maju.
Karakter ini membuat De Jong berbeda dari gelandang yang hanya mengandalkan umpan pendek. Ia memiliki kemampuan progresif melalui dribel dan pergerakan membawa bola. Dalam sistem yang mengutamakan penguasaan bola, kemampuan tersebut memberikan Barcelona alternatif ketika lawan menerapkan pressing tinggi.
De Jong juga memiliki fleksibilitas posisi. Barcelona menilai energi, visi dan versatilitasnya memungkinkan pemain tersebut beradaptasi dengan berbagai posisi di lini tengah. Karena itu, ia dapat menjalankan fungsi sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun pemain yang membantu progresi serangan.
Gaya bermain Frenkie de Jong
Gaya bermain Frenkie de Jong sangat erat dengan kemampuan membaca ruang. Ia sering berusaha menerima bola dengan orientasi tubuh yang memungkinkan dirinya segera bergerak maju setelah mendapatkan penguasaan.
Ketika lawan melakukan pressing, De Jong dapat menjadi opsi keluar melalui kombinasi umpan maupun akselerasi membawa bola. Kemampuan ini sangat berguna bagi tim yang ingin mempertahankan penguasaan bola sekaligus mempercepat transisi dari pertahanan ke serangan.
Selain kemampuan teknis, ia juga memiliki karakter permainan yang relatif tenang. De Jong jarang terlihat terburu-buru ketika berada dalam situasi tekanan. Ketenangan tersebut membuatnya sering dipercaya sebagai pemain yang menghubungkan lini belakang dengan pemain kreatif di area depan.
Gelar dan Prestasi Bersama Barcelona
Karier De Jong di Barcelona juga ditandai dengan sejumlah trofi. Berdasarkan profil resmi klub, ia telah memenangkan tiga gelar La Liga, tiga Piala Super Spanyol dan dua Copa del Rey bersama Barcelona hingga memasuki musim 2026/27.
Gelar La Liga pertamanya datang pada musim 2022/23. Pada musim tersebut, De Jong tampil dalam 43 pertandingan dan menjadi bagian penting dari lini tengah Barcelona yang berhasil mengakhiri musim sebagai juara liga.
Barcelona kemudian kembali menjadi juara La Liga pada 2024/25 dan 2025/26. Dua gelar tersebut menambah koleksi De Jong sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain senior dalam skuad Barcelona saat ini.
Di ajang domestik, ia juga mengangkat Copa del Rey pada 2020/21 dan 2024/25. Sementara itu, Piala Super Spanyol menjadi salah satu kompetisi yang paling konsisten menghasilkan trofi bagi Barcelona dalam periode tersebut.
Perjalanan Karier Frenkie de Jong Bersama Timnas Belanda
Selain perjalanan klub, De Jong juga menjadi figur penting bagi Timnas Belanda. Ia menjalani debut internasional pada 6 September 2018 ketika Belanda menghadapi Peru. Hingga data terbaru dari federasi sepak bola Belanda, De Jong telah mengoleksi 70 penampilan dan dua gol untuk Oranje.
De Jong menjadi bagian dari skuad Belanda pada sejumlah turnamen besar. Ia tampil di Euro 2020, Piala Dunia 2022 dan kemudian kembali memperkuat Belanda di Piala Dunia 2026. Ia juga menjadi bagian dari tim yang mencapai final UEFA Nations League 2019.
Piala Dunia 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam karier internasionalnya. De Jong bermain ketika Belanda menghadapi Jepang, Swedia, Tunisia dan Maroko di fase turnamen. Belanda kemudian tersingkir dari Maroko melalui adu penalti pada babak 16 besar setelah pertandingan berakhir 1-1.
Turnamen tersebut akhirnya meninggalkan persoalan fisik bagi sang gelandang. Barcelona kemudian mengumumkan pada 23 Juli 2026 bahwa pemeriksaan medis menemukan robekan pada ligamen kolateral medial di lutut kanan De Jong. Klub memilih penanganan konservatif dan terus memantau perkembangan kondisinya.
Frenkie de Jong Menjadi Pemain Belanda dengan Penampilan Terbanyak di Barcelona
Salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya datang pada April 2026. Saat Barcelona menghadapi Celta Vigo, De Jong mencatat penampilan ke-293 untuk klub di pertandingan resmi. Angka tersebut membuatnya melewati Phillip Cocu yang sebelumnya memegang rekor pemain Belanda dengan penampilan terbanyak untuk Barcelona dengan 292 pertandingan.
Rekor tersebut memiliki nilai historis tersendiri karena Barcelona mempunyai sejarah panjang dengan pemain-pemain Belanda. Nama seperti Ronald Koeman, Patrick Kluivert, Michael Reiziger dan Frank de Boer sebelumnya juga menjadi bagian penting dari sejarah klub.
Dengan 293 penampilan resmi, De Jong menjadi pemain Belanda dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah Barcelona. Pada saat yang sama, klub mencatat dirinya sebagai pemain Belanda kedua dengan koleksi trofi terbanyak di Barcelona, yakni tujuh gelar, hanya berada di belakang Ronald Koeman yang mengoleksi 10 trofi.
Catatan tersebut memperlihatkan bagaimana perjalanan karier Frenkie de Jong di Barcelona telah memasuki fase yang berbeda. Ia tidak lagi sekadar pemain yang datang dengan label wonderkid dari Ajax, tetapi telah menjadi bagian dari sejarah klub.
Kontrak Baru Frenkie de Jong hingga 2029
Masa depan De Jong di Barcelona juga mendapatkan kepastian pada Oktober 2025. Barcelona mengumumkan bahwa sang gelandang memperpanjang kontraknya hingga 2029 dalam sebuah acara yang dihadiri presiden klub Joan Laporta dan jajaran manajemen.
Perpanjangan tersebut menjadi sinyal bahwa Barcelona masih menempatkan De Jong sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang klub. Kontrak baru juga mengakhiri berbagai spekulasi yang sebelumnya muncul mengenai masa depannya di Camp Nou.
Keputusan mempertahankan De Jong masuk akal jika melihat pengalaman, kemampuan teknis dan fleksibilitas yang dimilikinya. Pada usia 29 tahun per September 2026, ia berada dalam fase karier ketika pengalaman bermain di level tertinggi dapat menjadi modal penting bagi Barcelona.
Kondisi Terkini Frenkie de Jong pada September 2026
Situasi terbaru De Jong menjadi salah satu perhatian utama Barcelona memasuki musim 2026/27. Setelah mengalami cedera lutut kanan pada 2026, ia masih menjalani proses pemulihan dan belum masuk dalam daftar pemain yang tersedia untuk pertandingan Barcelona pada awal September.
Dalam wawancara pada Agustus 2026, De Jong mengungkapkan rasa frustrasinya karena tidak dapat bermain. Ia mengatakan bahwa bermain sepak bola merupakan hal yang sangat ia sukai dan fokus utamanya adalah mengikuti rencana pemulihan yang telah disusun bersama klub agar dapat kembali dalam kondisi terbaik.
Cedera tersebut juga membuat Barcelona harus berhati-hati dalam menentukan waktu kepulangannya. Klub tidak memberikan tanggal pasti untuk kembali bermain dan menekankan pentingnya perkembangan kondisi pemain dari waktu ke waktu.
Meski belum tampil pada awal musim, posisi De Jong dalam struktur tim tetap menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Ia masih menjadi bagian dari skuad utama dan mempertahankan nomor 21 untuk musim 2026/27.
Peran Kepemimpinan Frenkie de Jong di Barcelona
Perkembangan terbaru lainnya adalah keterlibatan De Jong dalam kelompok kapten Barcelona untuk musim 2026/27. Setelah kepergian Marc-André ter Stegen dan Ronald Araújo, struktur kapten Barcelona mengalami perubahan.
Pelatih Hansi Flick memilih Raphinha dan Pedri sebagai dua pemimpin utama, sedangkan tiga posisi lainnya dipilih oleh para pemain. De Jong, Eric García dan Lamine Yamal kemudian masuk dalam kelompok kapten berdasarkan pilihan ruang ganti.
Keputusan tersebut memperlihatkan bagaimana De Jong dihargai oleh rekan-rekannya. Kepemimpinan dalam sepak bola modern tidak selalu ditentukan oleh usia atau lama bermain di sebuah klub, tetapi juga oleh pengaruh pemain di ruang ganti dan konsistensi profesionalnya.
Bagi De Jong, status tersebut menjadi perkembangan penting setelah lebih dari tujuh tahun membela Barcelona. Ia kini berada di posisi yang memungkinkan dirinya bukan hanya memengaruhi permainan lewat bola, tetapi juga menjadi salah satu figur yang membantu menjaga identitas dan stabilitas tim.
Baca Juga: Joan García: Profil, Karier, dan Kiprahnya sebagai Kiper Muda
Masa Depan Frenkie de Jong di Barcelona
Masa depan De Jong bersama Barcelona tampak masih panjang setelah kontraknya diperpanjang hingga 2029. Tantangan terdekatnya bukan lagi membuktikan kualitas sebagai pemain elite, melainkan memastikan tubuhnya mampu kembali dalam kondisi optimal setelah masalah lutut yang dialaminya.
Barcelona tentu berharap kembalinya De Jong dapat memberikan tambahan kualitas di lini tengah. Dengan persaingan di sektor tersebut yang melibatkan Pedri, Gavi, Dani Olmo, Marc Bernal dan pemain lainnya, pengalaman De Jong akan menjadi aset penting dalam menjalani musim panjang.
Ambisi Barcelona pada musim 2026/27 juga cukup besar. Klub ingin kembali bersaing di semua kompetisi, termasuk Liga Champions, setelah musim sebelumnya gagal mencapai final dan tersingkir di semifinal oleh Inter Milan.
Dalam konteks tersebut, profil Frenkie de Jong tidak bisa dilepaskan dari perjalanan Barcelona selama beberapa tahun terakhir. Ia telah melewati pergantian pelatih, perubahan struktur tim, cedera, tekanan publik dan persaingan di lini tengah, tetapi tetap menjadi bagian dari proyek klub.
Kesimpulan
Perjalanan Frenkie de Jong dari Willem II, Ajax hingga Barcelona menunjukkan perkembangan seorang gelandang muda Belanda menjadi pemain berpengalaman di level tertinggi. Di Barcelona, ia telah memenangkan berbagai trofi domestik, memecahkan rekor sebagai pemain Belanda dengan penampilan terbanyak dan mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu anggota kelompok kapten.
Memasuki September 2026, tantangan terbesarnya adalah pemulihan dari cedera lutut yang membuatnya belum tersedia untuk Barcelona. Namun, dengan kontrak hingga 2029 dan posisi yang tetap penting dalam skuad, De Jong masih memiliki kesempatan besar untuk memperpanjang warisannya di Camp Nou.
Bagi penggemar sepak bola, perjalanan karier Frenkie de Jong masih layak untuk terus diikuti. Nantikan perkembangan terbaru mengenai proses pemulihannya, comeback bersama Barcelona, serta kiprahnya dalam membawa Blaugrana mengejar lebih banyak gelar pada musim-musim mendatang.












