Kabarpersib.com – Statistik Febri Haryadi kembali menjadi perhatian setelah pemain sayap Persib Bandung tersebut melewati masa peminjaman di Persis Solo dan kembali masuk skuad Persib untuk musim 2026/2027. Febri, yang lahir di Bandung pada 19 Februari 1996, dikenal sebagai pemain sayap dengan kecepatan dan kemampuan dribel yang menjadi salah satu ciri permainannya. Hingga September 2026, perjalanan kariernya telah mencakup Persib Bandung, Persis Solo, serta Timnas Indonesia, sementara proses pemulihan cedera masih menjadi bagian penting dari situasinya saat ini.
Nama Febri Haryadi sudah cukup lama melekat dengan Persib. Ia merupakan produk pembinaan klub dan mulai mendapat kesempatan di tim senior pada 2016. Dalam satu dekade terakhir, pemain bernomor punggung 13 itu mengalami berbagai fase, mulai dari menjadi pemain muda yang menonjol, memperkuat Timnas Indonesia, membantu Persib meraih gelar, hingga menghadapi periode minim menit bermain dan cedera.
Data statistik menjadi salah satu cara untuk melihat perjalanan tersebut secara lebih objektif. Angka penampilan, gol, assist, menit bermain, serta catatan bersama tim nasional memperlihatkan perubahan peran Febri dari musim ke musim.
Baca Juga: Biodata dan Profil Stjepan Loncar beserta Rekam Jejak Kariernya
Statistik Febri Haryadi Terbaru
Memasuki musim 2026/2027, Febri kembali berstatus sebagai pemain Persib Bandung setelah masa peminjamannya di Persis Solo berakhir pada Juni 2026. Data transfer yang ditampilkan Sofascore mencatat periode peminjaman ke Persis berlangsung sejak 1 Februari hingga 30 Juni 2026, sebelum statusnya kembali ke Persib.
Persib juga memasukkan Febri ke dalam daftar 32 pemain untuk musim 2026/2027. Ia tetap menggunakan nomor punggung 13, tetapi belum berada dalam kondisi untuk langsung memperkuat tim karena masih menjalani pemulihan cedera.
Situasi tersebut membuat statistik Febri Haryadi pada awal musim 2026/2027 belum berkembang seperti pemain lain yang sudah rutin bertanding. Profil terkini Sofascore masih mencantumkan Febri sebagai pemain Persib dan menempatkannya di posisi gelandang, dengan status kebugaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaannya.
Ringkasan Statistik Febri Haryadi
Untuk melihat angka secara lebih jelas, berikut gambaran statistik berdasarkan sumber yang memiliki cakupan data berbeda:
| Periode/kompetisi | Penampilan | Gol | Assist |
|---|---|---|---|
| Persib, seluruh periode sebelum peminjaman 2026 | 165 | 20 | 20 |
| Persib, Super League 2025/26 sebelum dipinjamkan | 8 | 1 | 0 |
| Persis Solo, masa peminjaman 2026 | 1 menurut beberapa basis data | 0 | 0 |
| Timnas Indonesia senior | 15 | 0 | — |
| Indonesia U-23 | 21 | 2 | — |
Angka 165 penampilan, 20 gol, dan 20 assist bersama Persib merupakan data yang disampaikan dalam pengumuman resmi ILeague ketika Persis memperkenalkan Febri sebagai pemain baru pada Februari 2026. Sementara itu, catatan Detik menyebut sebelum dipinjamkan Febri baru tampil delapan kali di Super League 2025/2026 dan sebagian besar sebagai pemain pengganti.
Perbedaan angka dengan situs statistik lain perlu dipahami karena tidak semua platform memakai definisi kompetisi yang sama. Ada basis data yang hanya menghitung pertandingan liga, sementara sumber lain memasukkan turnamen domestik, kompetisi kontinental, atau pertandingan tertentu.
Statistik Febri Haryadi Bersama Persib Bandung
Persib Bandung merupakan bagian terbesar dari perjalanan profesional Febri Haryadi. Ia meniti karier melalui akademi klub sebelum mendapatkan kesempatan di tim senior. Debut profesionalnya tercatat pada 30 April 2016 ketika Persib menghadapi Sriwijaya FC dalam kompetisi Indonesia Soccer Championship A.
Musim pertama langsung memberikan indikasi mengenai potensi Febri. Berdasarkan catatan statistik karier yang tersedia, ia mencatat 13 penampilan di liga dengan tiga gol pada 2016. Setahun kemudian, kontribusinya meningkat menjadi empat gol dalam 21 pertandingan liga, ditambah penampilan pada ajang lain.
Perkembangan tersebut membuat Febri semakin dikenal sebagai salah satu pemain muda Persib. Kecepatan di sisi lapangan, kemampuan membawa bola, dan keberaniannya melakukan penetrasi menjadi karakter yang membuatnya mendapatkan tempat dalam skuad utama.
Musim 2018 menghasilkan satu gol dari 17 penampilan liga menurut catatan statistik yang tersedia. Namun, periode paling produktif Febri di Persib datang pada 2019 ketika ia mencetak sembilan gol dalam 28 pertandingan liga. Angka tersebut menjadi salah satu titik penting dalam statistik Febri Haryadi karena memperlihatkan kapasitasnya sebagai sumber ancaman dari sektor sayap.
Puncak Produktivitas Gol pada 2019
Musim 2019 menjadi periode yang menonjol jika pembahasan difokuskan pada jumlah gol Febri. Sembilan gol liga yang dicetaknya merupakan catatan tertinggi dalam satu musim berdasarkan rangkaian statistik karier tersebut.
Salah satu pertandingan yang masih sering dikaitkan dengan produktivitas Febri adalah kemenangan Persib atas Persebaya pada 2019. Persib menang 4-1 dan Febri mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Catatan pertandingan itu menjadi salah satu contoh bagaimana peran Febri tidak hanya berkaitan dengan penyedia umpan dari sisi lapangan, tetapi juga kemampuan menyelesaikan peluang.
Dari sisi assist, sejumlah basis data juga mencatat kontribusi Febri pada periode awal kariernya. Tribuna, misalnya, mencatat enam assist dari 28 pertandingan liga pada musim 2019, sementara data karier yang sama mencatat tiga assist pada 2017 dan tiga pada 2018. Perbedaan statistik assist antarsitus menunjukkan pentingnya melihat sumber dan definisi assist sebelum menarik kesimpulan.
Perjalanan Statistik Febri Haryadi dari 2020 hingga 2025
Setelah musim 2019 yang produktif, kesempatan bermain Febri mengalami perubahan. Pada 2020, ia tercatat tampil tiga kali di liga tanpa mencetak gol. Musim 2021/2022 menjadi lebih panjang dari sisi jumlah pertandingan, dengan 30 penampilan liga dan dua gol berdasarkan salah satu basis data statistik karier.
Pada musim 2022/2023, Febri mencatat 19 penampilan liga dan satu gol. Musim berikutnya, 2023/2024, ia bermain 14 kali dan mencetak dua gol. Angka tersebut menunjukkan bahwa produktivitasnya tidak sepenuhnya hilang, tetapi jumlah penampilannya mulai berada di bawah catatan beberapa musim sebelumnya.
Musim 2024/2025 menjadi salah satu periode dengan jumlah penampilan paling terbatas. Beberapa basis data mencatat empat pertandingan liga untuk Febri pada musim tersebut. Ia sempat kembali mendapatkan kesempatan bermain dan bahkan tampil dalam fase akhir kompetisi ketika Persib berada dalam persaingan menuju gelar.
Kondisi itu berlanjut ke musim 2025/2026. Detik mencatat Febri hanya tampil delapan kali untuk Persib sebelum dipinjamkan ke Persis, dengan sebagian besar penampilan berasal dari bangku cadangan. Persib kemudian mengambil keputusan untuk meminjamkannya agar mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.
Jumlah Gol dan Assist Febri Haryadi
Jika melihat keseluruhan perjalanan di Persib, jumlah gol dan assist Febri menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya bisa diukur dari jumlah pertandingan. ILeague menyebut Febri telah mengoleksi 20 gol dan 20 assist dalam 165 penampilan bersama Persib ketika ia diperkenalkan sebagai pemain Persis pada Februari 2026.
Angka tersebut memberikan gambaran mengenai peran Febri sebagai pemain sayap yang tidak hanya bertugas mencetak gol. Kemampuan menciptakan peluang, membawa bola ke area pertahanan lawan, dan mengirim umpan dari area sayap juga menjadi bagian dari kontribusinya.
Namun, statistik assist memiliki persoalan tersendiri dalam sepak bola. Tidak semua kompetisi dan basis data menggunakan metode pencatatan yang sama untuk menentukan apakah sebuah umpan layak disebut assist. Karena itu, angka 20 assist dari data ILeague sebaiknya dipahami sebagai catatan berdasarkan sistem pencatatan sumber tersebut, bukan sebagai angka yang otomatis identik dengan semua situs statistik.
Dalam konteks statistik Febri Haryadi terbaru, hal lain yang perlu diperhatikan adalah tren menit bermain. Pemain dapat memiliki jumlah penampilan yang sama tetapi memberikan kontribusi berbeda tergantung berapa lama ia berada di lapangan. Dalam beberapa musim terakhir, durasi bermain Febri memang menjadi salah satu indikator penting untuk membaca perkembangannya.
Statistik Febri Haryadi di Persis Solo
Pada Februari 2026, Persib resmi meminjamkan Febri ke Persis Solo. Langkah tersebut dilakukan dengan tujuan memberikan kesempatan bermain yang lebih banyak setelah periode terbatas bersama Persib.
Persis memperkenalkan Febri pada 16 Februari 2026 sebagai tambahan untuk putaran kedua Super League 2025/2026. Klub berharap pengalaman pemain yang telah lama bermain di level tertinggi Indonesia dapat memberikan tambahan di sektor sayap.
Namun, periode Febri di Solo tidak berjalan panjang. Ia mengalami cedera ACL pada Maret 2026 ketika masih berstatus pemain Persis. Laporan mengenai kondisinya menyebut ia harus menjalani pemulihan panjang dan diperkirakan menepi sekitar delapan bulan.
Karena cedera tersebut, statistik Febri Haryadi bersama Persis menjadi sangat terbatas. Salah satu laporan menyebut ia hanya sempat tampil sekali di Liga 1 bersama Persis dengan sekitar 33 menit bermain, tanpa gol maupun assist.
Data dari ILeague memang menampilkan riwayat berbeda dalam jumlah penampilan untuk musim 2025/2026, sehingga pembaca perlu melihat konteks kompetisi dan metode pencatatan masing-masing platform. Dalam artikel ini, data Persis digunakan secara hati-hati karena terdapat perbedaan angka antara basis data.
Karier Febri Haryadi di Timnas Indonesia
Selain kiprahnya di level klub, perjalanan Febri juga mencakup Timnas Indonesia. Ia menjalani debut senior pada 21 Maret 2017 ketika Indonesia menghadapi Myanmar dalam pertandingan persahabatan. Pada laga tersebut, Febri dimainkan sebagai starter dan menunjukkan karakter permainan cepat yang kemudian menjadi salah satu identitasnya.
FBref mencatat beberapa penampilan Febri untuk Timnas Indonesia pada 2017, termasuk ketika menghadapi Myanmar, Kamboja, Puerto Rico, dan Guyana. Dalam pertandingan melawan Guyana pada November 2017, Febri tercatat memberikan assist dalam proses gol Indonesia.
Dalam catatan karier yang tersedia, Febri mengoleksi 15 penampilan bersama tim nasional senior dari 2017 hingga 2019 tanpa mencetak gol. Sementara itu, di level Indonesia U-23, ia tercatat memiliki 21 penampilan dan dua gol.
Dua gol di level U-23 tersebut datang dalam periode SEA Games 2017 dan pertandingan persahabatan pada 2018. Salah satu golnya tercatat pada kemenangan Indonesia U-23 atas Vietnam? Tidak; catatan karier menunjukkan gol tersebut datang saat menghadapi Malaysia pada SEA Games 2017 dan dalam pertandingan melawan Singapura pada 2018.
Karier internasional tersebut memperlihatkan bahwa Febri pernah menjadi bagian dari generasi muda Indonesia yang mendapatkan kepercayaan cukup besar pada periode Luis Milla. Debut seniornya pada usia 21 tahun juga menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya.
Baca Juga: Mengenal Witan Sulaeman: Profil, Karier, dan Perjalanan di Dunia Sepak Bola
Gaya Bermain dan Posisi Febri Haryadi
Febri dikenal sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan dan kemampuan membawa bola. Pada awal kariernya, ia banyak ditempatkan di sisi kiri untuk memanfaatkan akselerasi dan kemampuan melakukan penetrasi ke pertahanan lawan.
Seiring perkembangan karier, posisinya dapat berubah sesuai kebutuhan pelatih. Profil Sofascore saat ini mencantumkan Febri sebagai gelandang dengan nomor punggung 13, sementara sejumlah situs statistik mengategorikannya sebagai pemain depan atau sayap. Perbedaan label posisi tersebut lebih mencerminkan klasifikasi masing-masing penyedia data daripada perubahan mendasar terhadap karakter permainannya.
Kemampuan menggunakan kedua kaki juga menjadi salah satu informasi teknis yang dicantumkan Sofascore. Dengan karakter tersebut, Febri memiliki fleksibilitas untuk bermain di beberapa area sektor serang.
Namun, cedera dan berkurangnya menit bermain membuat proses untuk kembali ke level terbaik menjadi tantangan tersendiri. Pada 2025, Febri sendiri pernah menegaskan bahwa setelah mengalami cedera, ia membutuhkan proses untuk kembali ke performa terbaik secara bertahap.
Statistik Febri Haryadi dan Situasinya pada Musim 2026/2027
Pada musim 2026/2027, Febri kembali terdaftar dalam skuad Persib. Klub mengumumkan 32 pemain untuk menghadapi rangkaian kompetisi domestik dan Asia, termasuk Super League, i-League Cup, ASEAN Club Championship Shopee Cup, serta AFC Champions League Two.
Meski namanya kembali tercantum, kondisi fisiknya menjadi faktor utama. Pada awal September 2026, pelatih Igor Tolic masih menyebut Febri sebagai salah satu pemain yang menjalani pemulihan cedera. Dengan demikian, belum ada dasar yang cukup untuk memasukkan penampilan baru Febri pada musim 2026/2027 ke dalam statistik pertandingan reguler hingga pertengahan September.
Situasi tersebut membuat statistik Febri Haryadi terbaru harus dibaca bersama konteks kebugaran pemain. Angka masa lalu tetap menggambarkan rekam jejaknya, tetapi belum dapat digunakan untuk menggambarkan kontribusinya di musim berjalan sebelum ia kembali tampil dalam pertandingan kompetitif.
Persib sendiri memiliki agenda padat pada musim ini. Selain kompetisi domestik, klub juga harus membagi perhatian dengan agenda antarklub Asia dan ASEAN. Kembalinya pemain berpengalaman seperti Febri, apabila sudah pulih dan tersedia, menjadi bagian dari dinamika skuad yang perlu dipantau sepanjang musim.
Perjalanan Karier yang Belum Selesai
Perjalanan Febri Haryadi menunjukkan perubahan yang cukup tajam dalam rentang satu dekade. Dari pemain muda yang menembus tim senior Persib pada 2016, menjadi salah satu pemain penting di lini serang, memperoleh panggilan Timnas Indonesia, hingga menghadapi masa dengan menit bermain terbatas, kariernya terus mengalami berbagai fase.
Musim 2019 menjadi salah satu titik statistik paling menonjol karena ia mencetak sembilan gol liga. Sebaliknya, beberapa musim terakhir menunjukkan penurunan jumlah penampilan akibat persaingan posisi dan persoalan kebugaran. Catatan tersebut membuat angka statistik karier Febri perlu dilihat sebagai sebuah perjalanan panjang, bukan sekadar perbandingan satu musim dengan musim lainnya.
Kepulangannya ke Persib pada 2026 menambah babak baru. Setelah masa peminjaman di Persis terganggu cedera, fokus utama Febri saat ini adalah pemulihan dan kembali memperoleh kondisi fisik yang memungkinkan dirinya berkompetisi.
Dengan usianya yang memasuki 30 tahun pada 2026, pengalaman menjadi salah satu aset yang masih dimilikinya. Namun, seberapa besar kontribusinya untuk Persib pada musim 2026/2027 baru dapat diukur setelah ia kembali bermain dalam pertandingan resmi.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, perjalanan Febri juga menarik karena mencerminkan dinamika karier pemain lokal di klub besar. Statistik penampilan, gol, assist, dan menit bermain dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perubahan peran seorang pemain dari waktu ke waktu.
Untuk sementara, catatan utama yang dapat dirangkum adalah kiprah panjang Febri bersama Persib, produktivitas terbaiknya pada 2019, pengalaman bersama Timnas Indonesia, masa peminjaman ke Persis pada 2026, serta proses pemulihan cedera yang masih berlangsung pada awal musim 2026/2027. Pembaruan statistik berikutnya akan sangat bergantung pada kapan Febri kembali masuk lapangan dan mendapatkan menit bermain bersama Persib.
Bagi penggemar Persib dan sepak bola Indonesia, perkembangan kondisi Febri layak terus dipantau. Apakah ia mampu kembali menjadi bagian penting dari lini serang Maung Bandung akan terlihat dari menit bermain, kontribusi gol, assist, dan performanya setelah kembali ke pertandingan kompetitif.












